PCC Permen Susu : Hoax atau Nyata?

Posted on

HP Saya bergetar pertanda ada pesan masuk. Notifikasinya muncul. Ada pesan masuk di grup WA tempat saya kerja. Bergegas saya tengok pesannya. Khawatir info penting soal pekerjaan. Ternyata bukan. Seorang teman kantor kirim broadcast tentang “PCC Permen Susu” yang lagi hotnews baru-baru ini.

Inti dari broadcast itu sih tentang sudah beredarnya PCC dikalangan anak-anak Sekolah Dasar di Ambarawa dalam bentuk permen susu. Dan kita selaku orang tua mesti meningkatkan kewaspadaan. Isi lengkapnya bisa dilihat digambar yang sudah saya lampirkan.

Mengerikan memang. Tapi saya nggak mau percaya begitu saja. Sekarang ini HOAX juga sudah dalam tingkat mengkhawatirkan. Beredar luas dan dikonsumsi (dipercaya) begitu saja tanpa mau cek dan ricek.

Broadcast ‘PCC Permen Susu’ ini pun menarik perhatian saya untuk me-cek dan ricek

Bentuk PCC Permen susu yang beritanya banyak beredar di Sosial Media
Bentuk PCC Permen susu yang beritanya banyak beredar di Sosial Media

Sebenarnya nggak sulit-sulit amat sih mencari benar-apa nggaknya berita ‘PCC Permen susu’. Karena begitu saya ‘klik’ di Google dengan kata kunci tertentu langsung muncul puluhan artikel yang membahas tentang hal tersebut.

Pada halaman satu Google ada 8 artikel yang menyatakan bahwa berita beredarnya PCC dalam bentuk permen susu adalah HOAX. Kedelapan artikel tersebut ada pada web berita online ternama seperti Kompas, Tribunnews, detikcom, dll.

Ini salahsatu web ternama yang menyatakan hoax-nya peredaran PCC permen susu dikalangan pelajar SD di Ambarawa  >> Detikcom

Yang mau baca berita lebih lengkapnya silahkan ketik kata kunci ‘PCC PERMEN SUSU’ pada mesin pencari.

Sedangkan sisanya yang 1 artikel memuat berita yang mendukung peredaran PCC Permen susu. Ini linknya >> http://www.batarapos.com/2017/09/waspada-telah-beredar-permen-rasa-susu.html

Batarapos memuat berita penggerebekan pabrik PCC yang di Banyumas Jawa Tengah. Di pabrik tersebut, PCC diproduksi dalam kemasan permen rasa susu.

Ada yang janggal di berita tersebut. Proses penggerebekan di Banyumas kenapa yang mengomentari justru Kapolres Luwu Utara di Sulawesi? Biasanya kan pihak kepolisian di wilayah TKP lah yang diwawancarai.

Setelah saya crosscek di website lain, saya dapati klarifikasi dari Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Lukas Akbar pada detikcom. Beliau menyatakan seteleh diturunkan tim ke lapangan akhirnya disimpulkan berita peredaran PCC dalam bentuk permen susu adalah HOAX. Tapi berita penggerebekan pabrik PCC di Banyumas adalah benar.

BataraPost ‘meleset’ dalam pemberitaannya. Katanya yang di Banyumas itu memproduksi dalam bentuk permen susu. Padahal nggak. Sedangkan produk permen susu yang ada digambar yang beredar itu memang benar ada. Tapi itu bukan PCC atau permen yang mengandung PCC. Itu murni permen beneran. Produk tersebut sudah terdaftar secara resmi di BPOM.

Broadcast ‘PCC Permen Susu’ Ternyata HOAX

Begitulah kesimpulan saya pada akhirnya. Hoax-nya berita ini tentu jangan sampai menurunkan kewaspadaan kita terhadap peredaraan obat-obatan terlarang. Karena diluar sana, narkoba itu sudah sama kayak HOAX peredaraannya. Massive dan sistematis.

Ngomongin soal PCC dari tadi, sebenarnya apa sih PCC itu? Bahaya Nggak?

PCC itu singkatan dari paracetamol caffein carisoprodol. Obat ini biasanya digunakan sebagai pereda nyeri. Dipakai juga untuk mengobati sakit jantung. Nah PCC ini termasuk obat keras yang wajib pakai resep dokter kalau mau mengkonsumsinya. Nggak boleh sembarangan.

Info terupdate sih obat PCC ini sudah dilarang peredarannya dan secara resmi sudah berhenti diproduksi. Kalau ada yang beredar diluar sana dipastikan itu ilegal. Kalau ada yang nekat produksi maka bisa ditangkap sama aparat keamanan. Apapun alasannya, baik itu untuk pengobatan apalagi buat ‘mabuk-mabukan’ pasti akan diproses hukum kalau kedapatan.

Terus.. kalau diminum berlebihan bisa menyebabkan kematian karena overdosis.

Jadi kalau ditanya ‘Bahaya apa nggak si PCC ini?’ Ya, jawabannya : BERBAHAYA!

Seperti apa efek ‘fly’ dari PCC?

Kalau diminum 1 kapsul saja mungkin nggak akan berpengaruh (baca : mabuk). Masalahnya kalau orang yang kepingin mabuk terus cuma minum 1 kapsul pastinya nggak akan cukup. Dinaikkanlah dosisnya jadi 3,4,5 dan seterusnya. Ketika PCC dikonsumsi secara berlebih barulah efek mabuknya terasa. Seiring dengan itu, resiko kematian akibat over dosis pun akan makin tinggi.

Ingat kasus yang di Kendari? Ada 2 atau 3 orang (maaf saya lupa jumlah tepatnya) yang meninggal karena overdosis PCC. Sisanya ada yang mengalami gangguan mental.

Efek dan pengaruh yang dirasakan oleh pemakai obat PCC adalah halusinasi. Yang di Kendari itu ada yang ngomong sendiri sambil air liurnya menetes karena ototnya sudah nggak bisa dikendalikan lagi. Nah halusinasi dan relaksasi inilah yang mungkin dicari oleh mereka yang mabuk PCC.

Tapi sayangnya bukan cuma halusinasi dan rileks saja yang mereka dapat. Perut kram, mual, muntah, sakit kepala juga muncul ambil bagian sebagai efek samping dari PCC. Akhirnya bukannya ‘enak’, yang ada malah sengsara. Masih beruntung kalau nggak sampai merenggang nyawa.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *